
Tidak dapat kita pungkiri bahwa manusia merupakan Makhluk Tuhan yang paling sempurna. disamping memiliki akal dan hati nurani yang senantiasa menuntun untuk beribadah menaati perintah Tuhan, manusia juga memiliki nafsu yang jika berhasil dikendalikan akan menjadikan instrumen yang membuat hidupnya variatif dan dinamis
disamping itu terdapat hati yang memang merupakan salah satu poros untuk berbuat baik itu baik ataupun jelek, ketika hati sudah kacau balau ataupun hancur lebur maka ia akan merubah sikap hidup yang semula biasa-biasa saja menjadi pembangkang atau sejenisnya
pernahkah kalian tahu tentang orang yang tak punya hati ?, pernah ada satu cerita ada orang yang mengirimkan surat kepada Ulama (Ust. Hasan Al-Banna) yang isinya sebagai berikut :
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Apakah anda pernah mendengar tentang lelaki tanpa hati ? maaf, jika yang dimaksud adalah salah satu anggota tubuh dari daging yang berwarna merah, yang menarik dan melepaskan darahnya , tentu saja lelaki itu memilikinya, yang dengannya dia dapat hidup dan dapat menjalani kehidupannya. Akan tetapi hati yang bersemangat, kuat dan hidup; sayang sekali dia tidak memilikinya.
dia mengetahui kebaikan meskipun kecil, dia juga mengetahui tempat-tempat keburukan meskipun samar-samar
seringkali dia merasa benar jika melihat perilaku seseorang dari wajahnya dan dia juga dapat memberi isyarat akan hal itu. akan tetapi dia tidak memiliki hati. Jika dia bertemu dengan teman lamanya yang tidak bersua, dia menyalaminya dan menggenggam tangannya dengan kuat, bahkan memeluknya. Namun, hatinya tetap beku, sama sekali tidak terpengaruh. dia memberi nasehat kepada orang lain "jadilah kalian begini, dan jadilah kalian begitu" serta menyebutkan beberapa dalil dan alasan, namun hatinya semakin keras dan tidak terpengaruh
dia tersenyum kala menerima berita gembira, dia juga mengerenyitkan dahi saat menerima berita duka. akan tetapi kegembiraan dan kesedihan hanyalah reaksi alami, sedangkan hatinya tetap diam dan tidak terguncang
dia menyatakan cinta dan benci kepada seseorang. ketika melihat hatinya, hatinya tetap diam tanpa memberi penjelasan
dia berdiri menunaikan shalat dan berusaha khusyuk, membaca al-qur'an dan berusaha memusatkan perhatiannya. ketika menunaikan shalat, membaca bacaan shalat dengan nada-nadanya sehingga orang-orang pun berkata "Dia tipe orang yang khusyuk" . akan tetapi ketika meraba hatinya ia mendapatinya tuli dan tidak khusyuk, walaupun memahami apa yang dibaca.
ini adalah gambaran yang sebenarnya terjadi pada hati lelaki tersebut. saya tidak melebih-lebihkan atau mengurangi. menurut anda, apakah anda dapat mengatakan bahwa hatinya semu seperti hati orang-orang pada umumnya ?
saya dianugerahkan akal, tetapi hati saya hilang. saya merasakan pikiran saya menyala-nyala, bekerja, hidup dan menunjukkan keberadaannya. akan tetapi, ketika saya ingin merasakan hal itu pada hati saya, sama sekali tidak menemukannya. saat ini, anda telah mendengar tentang seorang lelaki yang tidak memiliki hati
dia adalah seorang pemuda yang membaiat anda dan anda mengambil sumpah setia darinya. apakah anda rela jika seorang tentara anda hidup tanpa hati ? apakah anda dapat membantu menghidupkan hatinya agar bergerak dan merasakan apa yang diucapkan oleh lisannya
ini adalah penyakit salah seorang tentara anda yang akan membuat anda sedih jika mengetahuinya. oleh karena itu saya tidak menyebut namanya hingga saya memberi tahu anda akan kesembuhannya
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Surat diatas mendeskripsikan kondisi mayoritas dari umat manusia, walaupun kita tidak berani mengutarakannya seperti yang kita alami dan yang ingin diperbaiki
bagaimana jawaban Ustadz. Hasan al-Banna atas surat tersebut dan apa sajakah agar hati kita kembali untuk normal dan netral ?
disini jawaban surat sangat panjang sekali, namun pada intinya adalah sebagai berikut :
saya merasakan apa yang engkau kira, saya berjalan sebagaimana engkau berjalan dan saya akan berusaha untuk mengajukan beberapa nasehat. jika nasehat-nasehat tersebut bermanfaat bagimu dan dengan melaksanakannya engkau lihat dapat menghapus dahaga serta mengobati sakitmu, maka alhamdulillah atas taufiq-Nya. Namun, jika tidak demikian maka saya senang untuk bertemu denganmu agar kita saling bekerja sama untuk mendiagnosa penyakit dan menentukan obatnya.
berteman dengan orang khusyuk yang selalu merenung, berbaur dengan orang - orang yang selalu berfikir dan menyendiri, dekat dengan orang yang bertakwa dan shaleh yang dari mereka terpancar hikmah dan dari wajah mereka terpancar cahaya, dan hati mereka bertambah dengan ma'rifat dan jumlah mereka adalah sedikit; adalah obat yang manjur. berusahalah berteman dengan mereka, selalu bersama mereka, kembali kepada mereka dan engkau sambung ruhmu dengan ruh mereka, jiwamu dengan jiwa mereka serta engkau habiskan kebanyakan waktu kosongmu bersama mereka. hati-hatilah dari orang - orang yang mengaku - ngaku. carilah orang yang kondisinya membantumu bangkit, perbuatannya membawamu berbuat baik dan jika engka melihatnya, engkau mengingat Allah
Saudaraku berfikir, berdzikir di waktu - waktu yang bersih, menyendiri, bermunajat, merenungi alam yang indah serta menakjubkan. menggali rahasia keindahan dan keagungan dari alam, meneliti dengan hati dan berdzikir dengan lisan tentang pengaruh keagungan yang mencengangkan serta hikmah yang agung ini termasuk hal yang memberi kehidupan kepada hati dan menyinari pojok - pojok kalbu dengan keimanan dan keyakinan
saudaraku, selanjutnya berfikir tentang masyarakat, melihat berbagai penderitaan, kebahagiaan, kesulitan dan kemakmuran, serta menjenguk orang yang sakit, menghibur orang - orang yang tertimpa musibah dan menggali sebab - sebab kesengsaraan yang berupa pembangkangan, kekafiran, kedzaliman, pelanggaran, sikap mementingkan diri sendiri, egois, terpedaya oleh hal - hal yang semu dan berusahalah agar keberadaanmu menjadi penghibur bagi orang yang sengsara dan tertimpa bencana. semua ini merupakan sentuhan bagi dawai-dawai hati yang menyatukan cerai berainya dan menghidupkan dari kematian
Wa Allu A'lamu Bishshawaab.
semoga apa yang tertulis di sini menjadi obat dari kekacauan hati seorang hamba Allah SWT. Amin ..............................
disamping itu terdapat hati yang memang merupakan salah satu poros untuk berbuat baik itu baik ataupun jelek, ketika hati sudah kacau balau ataupun hancur lebur maka ia akan merubah sikap hidup yang semula biasa-biasa saja menjadi pembangkang atau sejenisnya
pernahkah kalian tahu tentang orang yang tak punya hati ?, pernah ada satu cerita ada orang yang mengirimkan surat kepada Ulama (Ust. Hasan Al-Banna) yang isinya sebagai berikut :
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Apakah anda pernah mendengar tentang lelaki tanpa hati ? maaf, jika yang dimaksud adalah salah satu anggota tubuh dari daging yang berwarna merah, yang menarik dan melepaskan darahnya , tentu saja lelaki itu memilikinya, yang dengannya dia dapat hidup dan dapat menjalani kehidupannya. Akan tetapi hati yang bersemangat, kuat dan hidup; sayang sekali dia tidak memilikinya.
dia mengetahui kebaikan meskipun kecil, dia juga mengetahui tempat-tempat keburukan meskipun samar-samar
seringkali dia merasa benar jika melihat perilaku seseorang dari wajahnya dan dia juga dapat memberi isyarat akan hal itu. akan tetapi dia tidak memiliki hati. Jika dia bertemu dengan teman lamanya yang tidak bersua, dia menyalaminya dan menggenggam tangannya dengan kuat, bahkan memeluknya. Namun, hatinya tetap beku, sama sekali tidak terpengaruh. dia memberi nasehat kepada orang lain "jadilah kalian begini, dan jadilah kalian begitu" serta menyebutkan beberapa dalil dan alasan, namun hatinya semakin keras dan tidak terpengaruh
dia tersenyum kala menerima berita gembira, dia juga mengerenyitkan dahi saat menerima berita duka. akan tetapi kegembiraan dan kesedihan hanyalah reaksi alami, sedangkan hatinya tetap diam dan tidak terguncang
dia menyatakan cinta dan benci kepada seseorang. ketika melihat hatinya, hatinya tetap diam tanpa memberi penjelasan
dia berdiri menunaikan shalat dan berusaha khusyuk, membaca al-qur'an dan berusaha memusatkan perhatiannya. ketika menunaikan shalat, membaca bacaan shalat dengan nada-nadanya sehingga orang-orang pun berkata "Dia tipe orang yang khusyuk" . akan tetapi ketika meraba hatinya ia mendapatinya tuli dan tidak khusyuk, walaupun memahami apa yang dibaca.
ini adalah gambaran yang sebenarnya terjadi pada hati lelaki tersebut. saya tidak melebih-lebihkan atau mengurangi. menurut anda, apakah anda dapat mengatakan bahwa hatinya semu seperti hati orang-orang pada umumnya ?
saya dianugerahkan akal, tetapi hati saya hilang. saya merasakan pikiran saya menyala-nyala, bekerja, hidup dan menunjukkan keberadaannya. akan tetapi, ketika saya ingin merasakan hal itu pada hati saya, sama sekali tidak menemukannya. saat ini, anda telah mendengar tentang seorang lelaki yang tidak memiliki hati
dia adalah seorang pemuda yang membaiat anda dan anda mengambil sumpah setia darinya. apakah anda rela jika seorang tentara anda hidup tanpa hati ? apakah anda dapat membantu menghidupkan hatinya agar bergerak dan merasakan apa yang diucapkan oleh lisannya
ini adalah penyakit salah seorang tentara anda yang akan membuat anda sedih jika mengetahuinya. oleh karena itu saya tidak menyebut namanya hingga saya memberi tahu anda akan kesembuhannya
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Surat diatas mendeskripsikan kondisi mayoritas dari umat manusia, walaupun kita tidak berani mengutarakannya seperti yang kita alami dan yang ingin diperbaiki
bagaimana jawaban Ustadz. Hasan al-Banna atas surat tersebut dan apa sajakah agar hati kita kembali untuk normal dan netral ?
disini jawaban surat sangat panjang sekali, namun pada intinya adalah sebagai berikut :
saya merasakan apa yang engkau kira, saya berjalan sebagaimana engkau berjalan dan saya akan berusaha untuk mengajukan beberapa nasehat. jika nasehat-nasehat tersebut bermanfaat bagimu dan dengan melaksanakannya engkau lihat dapat menghapus dahaga serta mengobati sakitmu, maka alhamdulillah atas taufiq-Nya. Namun, jika tidak demikian maka saya senang untuk bertemu denganmu agar kita saling bekerja sama untuk mendiagnosa penyakit dan menentukan obatnya.
berteman dengan orang khusyuk yang selalu merenung, berbaur dengan orang - orang yang selalu berfikir dan menyendiri, dekat dengan orang yang bertakwa dan shaleh yang dari mereka terpancar hikmah dan dari wajah mereka terpancar cahaya, dan hati mereka bertambah dengan ma'rifat dan jumlah mereka adalah sedikit; adalah obat yang manjur. berusahalah berteman dengan mereka, selalu bersama mereka, kembali kepada mereka dan engkau sambung ruhmu dengan ruh mereka, jiwamu dengan jiwa mereka serta engkau habiskan kebanyakan waktu kosongmu bersama mereka. hati-hatilah dari orang - orang yang mengaku - ngaku. carilah orang yang kondisinya membantumu bangkit, perbuatannya membawamu berbuat baik dan jika engka melihatnya, engkau mengingat Allah
Saudaraku berfikir, berdzikir di waktu - waktu yang bersih, menyendiri, bermunajat, merenungi alam yang indah serta menakjubkan. menggali rahasia keindahan dan keagungan dari alam, meneliti dengan hati dan berdzikir dengan lisan tentang pengaruh keagungan yang mencengangkan serta hikmah yang agung ini termasuk hal yang memberi kehidupan kepada hati dan menyinari pojok - pojok kalbu dengan keimanan dan keyakinan
saudaraku, selanjutnya berfikir tentang masyarakat, melihat berbagai penderitaan, kebahagiaan, kesulitan dan kemakmuran, serta menjenguk orang yang sakit, menghibur orang - orang yang tertimpa musibah dan menggali sebab - sebab kesengsaraan yang berupa pembangkangan, kekafiran, kedzaliman, pelanggaran, sikap mementingkan diri sendiri, egois, terpedaya oleh hal - hal yang semu dan berusahalah agar keberadaanmu menjadi penghibur bagi orang yang sengsara dan tertimpa bencana. semua ini merupakan sentuhan bagi dawai-dawai hati yang menyatukan cerai berainya dan menghidupkan dari kematian
Wa Allu A'lamu Bishshawaab.
semoga apa yang tertulis di sini menjadi obat dari kekacauan hati seorang hamba Allah SWT. Amin ..............................
1 komentar:
emang bener juga sich kalo ditinjau ulang
Posting Komentar